Malam sudah turun di Desa Wae Nggorang, Kecamatan yang terkenal dengan hamparan kebun kopi dan cengkeh. Namun, bagi para petani di sini, malam bukanlah waktu untuk bersantai. Mereka justru was-was jika harus pulang dari kebun saat hari gelap. Seperti yang dirasakan oleh Bapa Yohanes Bura, Kepala Desa Wae Nggorang, yang setiap hari mendengar keluhan warganya. 'Kalau malam, petani takut pulang dari kebun karena jalan gelap dan rawan binatang buas,' ujarnya dengan suara sedikit bergetar saat menyampaikan aspirasi di forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan. Jalan usaha tani sepanjang 3 kilometer yang menghubungkan dusun ke lahan pertanian belum diterangi lampu sama sekali. Setiap langkah di malam hari penuh dengan ketidakpastian, apalagi bagi ibu-ibu yang harus membawa hasil panen. Inilah perjuangan nyata warga desa yang butuh uluran tangan pemerintah dan TNI.
Gelapnya Jalan, Terangnya Harapan dari TNI dan Pemerintah
Dalam musrenbang yang juga dihadiri oleh Lurah dan Babinsa setempat, Yohanes Bura dengan tegas menyampaikan bahwa penerangan jalan usaha tani bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan pokok. Kades Manggarai Timur ini menceritakan bagaimana aktivitas ekonomi warga terhenti begitu matahari tenggelam. 'Kami ingin petani bisa pulang dengan aman, anak-anak bisa belajar malam tanpa takut, dan hasil kebun bisa diangkut kapan saja,' imbuhnya. Aspirasi ini langsung dicatat oleh Babinsa yang berjanji akan meneruskan ke atas. Warga berharap program penerangan jalan desa bisa menggunakan lampu tenaga surya yang ramah lingkungan. Penerangan ini bukan hanya untuk keamanan, tapi juga untuk menghidupkan kembali perekonomian malam hari, seperti warung-warung kecil yang bisa buka lebih lama.
Manfaat dari penerangan jalan usaha tani ini sangat besar bagi warga Desa Wae Nggorang:
- Keamanan: Petani tidak was-was lagi saat pulang malam, terutama dari gangguan binatang buas seperti babi hutan atau ular.
- Ekonomi: Hasil kebun seperti kopi dan cengkeh bisa diangkut lebih fleksibel, bahkan jika panen di malam hari.
- Sosial: Warga bisa berkumpul di balai desa atau beribadah malam tanpa khawatir gelap.
- Pendidikan: Anak-anak bisa belajar kelompok di malam hari dengan penerangan yang memadai.
Bersama TNI, Warga dan Pemerintah Wujudkan Desa Bercahaya
Tak hanya pemerintah daerah, kedekatan teritorial dengan TNI juga menjadi andalan warga. Babinsa yang hadir di musrenbang langsung mencatat permintaan ini sebagai bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa. Penerangan jalan usaha tani ini diharapkan bisa segera direalisasikan tahun depan. Yohanes Bura dan warganya percaya bahwa dengan gotong royong dan sinergi, desa mereka bisa lebih terang. 'Kami tidak minta yang besar, hanya lampu-lampu tenaga surya di sepanjang 3 km jalan. Itu sudah cukup untuk membuat petani tersenyum,' tutupnya dengan senyum tipis.
Di tengah hiruk-pikuk pembangunan di kota, Desa Wae Nggorang di Manggarai Timur mengajak kita semua untuk tidak melupakan mereka yang berjuang di kegelapan. Setiap aspirasi yang disuarakan adalah doa yang pantas dikabulkan. Semoga tahun depan, di setiap sudut jalan usaha tani, cahaya lampu tenaga surya menyala, menemani langkah petani pulang ke rumah dengan selamat. Karena di desa, kehangatan bukan hanya dari obrolan, tapi juga dari penerangan yang menyatukan kita semua.