Pagi-pagi buta di Desa Barembeng, Kabupaten Gowa, udah ramai dengan suara sapaan dan langkah kaki warga. Bukan karena ada pasar atau hajatan, melainkan karena semangat gotong royong yang kembali menyala. Warga berbondong-bondong ke titik kumpul, bawa cangkul, linggis, dan harapan yang selama ini mereka pendam. Mereka kedatangan prajurit TNI yang siap memulai TMMD ke-130, program yang bagi warga bukan sekadar proyek, melainkan jawaban atas keluhan lama: jalan rusak dan air bersih yang sulit didapat. Semua bergerak bersama, saling bahu-membahu, seperti obrolan akrab antar tetangga yang saling peduli.
Jalan Tani: Urat Nadi Baru Petani Barembeng
Salah satu program utama TMMD di Gowa adalah pembangunan jalan tani sepanjang 2,3 kilometer. Jalan ini bakal menghubungkan ladang-ladang warga dengan jalan utama, lengkap dengan talud penahan tanah biar tetap kokoh saat musim hujan. Bagi petani, kehadiran jalan ini seperti memberi nafas baru. Pak Sahril, petani jagung yang ikut gotong royong, bercerita dengan mata berbinar. "Selama ini kalau mau bawa hasil panen ke pasar, kami harus lewat jalan setapak yang becek. Kadang hasil pertanian rusak sebelum sampai," ujarnya. Dengan adanya jalan ini, transportasi hasil bumi jadi lebih cepat dan aman. Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, juga menekankan bahwa konektivitas adalah kunci untuk membuka akses warga ke pusat ekonomi. Lewat jalan ini, diharapkan perekonomian desa perlahan terangkat dan petani tidak lagi khawatir saat musim panen tiba.
Sumur Bor: Air Bersih yang Mengalirkan Senyum
Selain jalan, kebutuhan air bersih menjadi perhatian serius dalam TMMD ke-130. Sebanyak enam unit sumur bor akan dibor di titik-titik strategis yang selama ini dikeluhkan warga. Di beberapa dusun, warga harus berjalan kaki hingga dua kilometer hanya untuk mendapatkan air, itupun kadang berebut dengan ternak. Kehadiran sumur bor ini seperti kado dari langit. "Alhamdulillah, sekarang kami nggak perlu lagi rebutan air. Anak-anak juga bisa lebih bersih, risiko diare berkurang," tutur Ibu Rahma, ibu rumah tangga yang rumahnya menjadi lokasi pengeboran. Program non-fisik seperti penyuluhan pencegahan stunting dan pelayanan administrasi kependudukan juga ikut menyapa warga, menjadikan TMMD sebagai program yang menyeluruh, tidak hanya membangun fisik tetapi juga kualitas hidup.
Berikut manfaat utama yang langsung dirasakan warga Barembeng melalui TMMD:
- Jalan tani 2,3 km – memperlancar pengangkutan hasil pertanian ke pasar dan mengurangi kerusakan hasil bumi.
- Talud penahan tanah – mencegah longsor dan memastikan jalan tetap bisa dipakai sepanjang musim.
- Enam sumur bor – menyediakan air bersih untuk minum, masak, dan mandi, sekaligus mengurangi penyakit akibat air kotor.
- Penyuluhan stunting – memberikan edukasi gizi bagi ibu dan balita agar tumbuh kembang anak lebih optimal.
- Pelayanan administrasi – mempermudah warga mendapatkan KTP, KK, dan akta kelahiran tanpa harus jauh-jauh ke kota.
Semua ini tidak akan terwujud tanpa gotong royong antara TNI, pemerintah kabupaten Gowa, dan warga. Danrem 141 Toddopuli, Kolonel Inf Robinson Tallupadang, menegaskan bahwa keberhasilan TMMD bergantung pada kebersamaan. Di Desa Barembeng, kebersamaan itu bukan sekadar kata—ia terlihat dari tiap tetes keringat yang bercampur canda, dari tiap langkah yang menyusuri jalan baru, dan dari tiap teguk air bersih yang kini mengalir. Semoga semangat ini terus hidup, menjadi cerita yang diwariskan ke anak cucu: bahwa bersama, kita bisa membuka akses, menyehatkan jiwa, dan menumbuhkan harapan.