Di pelosok Desa Leboni, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, suara gemuruh ringan dari alat tukang kayu dan canda tawa anak-anak mulai terdengar lagi. Bukan sekadar proyek pembangunan biasa, melainkan denyut harapan baru yang lahir dari gotong royong antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan warga setempat. Setelah lebih dari sebulan bekerja bahu-membahu, seluruh target serbuan teritorial Kodam XXIII/Palaka Wira akhirnya tuntas. Kini, rumah-rumah yang dulu reyot mendadak kokoh, tempat ibadah yang dulu sunyi kembali ramai, dan anak-anak desa punya ruang belajar yang layak. Kasdam Brigjen TNI Agus Sasmita menegaskan, program ini bukan cuma soal beton dan besi, tapi tentang membangun jiwa kebersamaan, menumbuhkan cinta tanah air, dan mengikat tali persaudaraan antarsesama anak bangsa.
Gotong Royong Menghidupkan Desa: Dari Rumah Warga hingga Sumur Bor
Selama pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus, tangan-tangan prajurit dan warga bergerak seirama. Mereka bekerja tak kenal lelah, mengangkat batu bata, mengaduk semen, dan menyusun papan. Hasilnya, sederet bangunan vital kembali berseri. Berikut adalah rincian hasil nyata serbuan teritorial yang dirasakan langsung oleh warga:
- Rehabilitasi rumah warga di Desa Leboni dan Dulumai, sehingga puluhan keluarga kini memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
- Perbaikan gereja di Tonusu, mengembalikan fungsi tempat ibadah yang sempat tak layak pakai.
- Pembangunan dan pembenahan gedung Taman Kanak-Kanak di Wera, memberikan ruang belajar yang bersih dan ceria bagi anak-anak desa.
- Pengeboran sumur air bersih di Kelurahan Pamona dan Petirodongi, mengakhiri keluhan panjang warga akan sumber air yang sulit dan kotor.
- Pembangunan dermaga di Desa Peura, yang kini lebih kokoh dan aman untuk aktivitas nelayan serta transportasi antarwarga.
Semua ini bukan sekadar infrastruktur fisik. Setiap paku yang ditancapkan, setiap ember semen yang diangkat, adalah bukti nyata bahwa pembangunan desa berjalan paling manis saat dilakukan bersama. Warga pun merasa memiliki, bukan hanya menerima.
Lebih dari Sekadar Bangunan: Menyentuh Hati dan Pikiran
Di balik kerja fisik yang tampak, ada kegiatan non-fisik yang tak kalah penting. Para prajurit tidak hanya memegang palu dan sekop, tetapi juga membuka ruang dialog dan penyuluhan. Penyuluhan bela negara mengingatkan semua pihak akan pentingnya menjaga keutuhan NKRI, sementara penyuluhan tentang stunting dan budidaya perikanan memberi bekal baru bagi para orang tua dan petani untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga. Program ini adalah bukti bahwa gotong royong sejati bukan hanya menguatkan bangunan, melainkan juga menguatkan pikiran dan rasa percaya antara institusi TNI dengan warga desa. Kasdam Agus Sasmita menambahkan, ketika TNI dan rakyat bersatu, segala keterbatasan bisa diatasi, dan pembangunan desa untuk kesejahteraan bersama bisa berjalan optimal.
Kini, senyum tak lagi hanya tergambar di bibir anak-anak TK Wera yang bermain di kelas baru, tetapi juga di wajah para ibu di Pamona yang tak perlu lagi berjalan jauh untuk mengambil air bersih. Dermaga Peura yang dulu goyang kini kokoh menantang ombak, menjadi simbol bahwa kebersamaan bisa mengubah apa pun menjadi lebih baik. Serbuan teritorial di Poso bukan hanya program, melainkan perayaan gotong royong yang menumbuhkan harapan baru. Mari kita jaga api semangat ini, karena saat tangan TNI dan rakyat bergandeng, desa-desa kita pasti bangkit.