Pagi itu, udara Kampung Suka Maju terasa berbeda. Lapangan sepak bola di tengah desa yang biasanya sunyi mendadak ramai oleh tawa dan langkah kaki warga. Dari anak-anak yang berlarian membawa balon, sampai para orang tua yang duduk di tepi lapangan sambil menggendong cucu, semuanya datang memadati tempat itu. Hari itu bukan hari biasa—Kampung Suka Maju sedang merayakan hari jadi kampung, dan untuk memeriahkannya, Babinsa setempat, Sertu Budi, punya ide kreatif: mengadakan festival olahraga desa yang melibatkan semua warga.
Suasana hangat langsung terasa sejak perlombaan pertama dimulai. Lomba tarik tambang membuat para bapak-bapak saling berteriak memberi aba-aba, sementara lari karung mengundang gelak tawa ketika seorang anak kecil jatuh tertawa di tengah jalan. Pertandingan sepak bola persahabatan antar dusun pun berlangsung seru tetapi tetap penuh sportivitas. Tidak ada yang boleh marah, tidak ada yang boleh bermusuhan—hanya keceriaan murni yang mengisi pagi hingga sore. Sertu Budi tampil sebagai wasit sekaligus penyemangat, sesekali ikut berteriak memberi semangat, sesekali meniup peluit sambil tersenyum lebar.
Lapangan Sepi Menjadi Saksi Kehangatan Warga
Bagi warga Kampung Suka Maju, festival ini bukan sekadar perlombaan biasa. Selama ini, beberapa dusun di kampung itu jarang berinteraksi, masing-masing sibuk dengan urusannya. Namun, ketika peluit dibunyikan dan tambang ditarik bersama, semua perbedaan itu melebur. Warga dari dusun satu dan dusun lain saling menyemangati, bahkan bergantian memijit bahu peserta yang kelelahan. Sertu Budi mendekati Kepala Desa Suka Maju yang sedang asyik menonton, lalu berkata pelan, "Tujuannya sederhana, Bi. Agar warga semakin kompak dan kampung kita semakin hidup." Kalimat itu menggambarkan betapa kegiatan ini dirancang bukan untuk meraih piala, melainkan untuk merajut kembali benang-benang persaudaraan yang sempat kendur.
Babinsa Membina Kebahagiaan, Bukan Hanya Keamanan
Kehadiran Sertu Budi di tengah warga mengingatkan bahwa seorang Babinsa tidak hanya bertugas menjaga keamanan wilayah. Melalui festival ini, ia membina kebahagiaan dan solidaritas. Warga merasakan langsung manfaat dari kegiatan yang digagasnya:
- Warga antar dusun yang jarang bertemu kini saling kenal, bercanda, dan bertegur sapa dengan akrab.
- Anak-anak belajar tentang sportivitas, kerja sama, dan arti kemenangan yang sesungguhnya, yaitu kebersamaan.
- Semangat gotong royong yang sempat redup kembali hidup di tengah kesibukan sehari-hari.
- Kampung terasa lebih aman dan nyaman, bukan karena dijaga, tapi karena semua warganya merasa seperti satu keluarga besar.
Di akhir acara, setiap peserta menerima hadiah sederhana, seperti makanan ringan dan alat tulis untuk anak-anak. Namun, semua sepakat bahwa hadiah yang paling berharga adalah kebahagiaan bersama yang tercipta sepanjang hari itu. Festival olahraga desa ini membuktikan bahwa pembinaan wilayah bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan partisipatif. Seragam hijau yang biasanya identik dengan ketegasan, hari itu justru hadir membawa keceriaan untuk seluruh kampung.
Ketika matahari mulai condong ke barat, warga berangsur pulang dengan senyum yang tak bisa disembunyikan. Anak-anak berlari sambil membawa hadiah kecil, para orang tua saling berpamitan seperti sudah kenal lama. Momen ini akan terus dikenang—bukan hanya sebagai perayaan hari jadi kampung, tapi sebagai hari ketika semua warga Suka Maju merasa benar-benar bersaudara. Semoga semangat kebersamaan ini tidak berhenti sampai di sini, dan Babinsa terus hadir membawa hangatnya persaudaraan di setiap sudut desa.