Pagi itu di Gayo Lues belum terdengar suara buldoser atau cangkul yang memecah tanah. Yang lebih dulu terasa adalah kehangatan. Sebelum para prajurit memulai TMMD ke-130 dengan pekerjaan fisik, Kodim 0113/Gayo Lues memilih membuka program dengan cara yang sederhana tetapi sangat berarti: menyerahkan bantuan sembako kepada para warakawuri dan keluarga kurang mampu di Kabupaten Gayo Lues. Paket-paket kebutuhan pokok itu diantarkan langsung, bukan sekadar seremonial. Ada senyum, ada jabat erat, dan ada rasa bahwa tentara hadir bukan hanya untuk membangun jalan, tetapi juga untuk berdiri di samping warga.
Sembako yang Menjadi Jembatan Kepedulian
Warga desa menyambut kedatangan rombongan dengan mata yang berbinar. Bagi ibu-ibu warakawuri, kehadiran para prajurit seperti mengingatkan mereka bahwa perjuangan tidak pernah sendiri. Bantuan sembako ini mungkin terlihat sederhana, namun di dalamnya ada pesan yang dalam: TMMD bukan sekadar urusan beton dan tanah, melainkan urusan hati. Kegiatan sosial yang penuh empati ini menjadi pembuka yang hangat untuk seluruh rangkaian TMMD yang berpusat di Desa Pepelah.
Para prajurit percaya, membangun hubungan baik dengan warga adalah pondasi terpenting sebelum membangun infrastruktur. Dengan berbagi sembako, tali silaturahmi semakin erat. Warga pun merasa dekat, tidak canggung, dan siap bergotong royong menyambut program pembangunan yang akan datang. Kepedulian ini bukan basa-basi, melainkan bahasa universal yang dipahami semua kalangan.
Adapun bantuan yang disalurkan kepada para penerima sangat membantu meringankan beban sehari-hari. Beberapa di antaranya adalah:
- Paket sembako berupa kebutuhan pokok untuk keluarga warakawuri dan warga kurang mampu.
- Perhatian langsung dari prajurit Kodim 0113/Gayo Lues melalui kunjungan ke rumah-rumah warga.
- Semangat kebersamaan yang membuat warga merasa diperhatikan dan tidak ditinggalkan.
Dari Senyuman ke Karya Nyata untuk Desa Pepelah
Setelah membagikan senyuman dan bantuan, program fisik pun dimulai. Di Desa Pepelah, TMMD ke-130 tidak main-main. Rencananya akan dibuka jalan baru sepanjang 3,5 kilometer yang akan membuka akses warga menuju kebun, sekolah, dan fasilitas umum. Selain itu, lima rumah warga akan direhab agar layak huni, karena rumah yang kokoh adalah hak setiap keluarga.
Yang membuat program ini semakin terasa dekat dengan kehidupan warga adalah hadirnya pipanisasi dan sumur bor. Air bersih yang selama ini mungkin sulit dijangkau, perlahan akan mengalir ke dapur-dapur warga. Tidak berhenti di situ, bibit ayam dan cabai juga akan dibagikan untuk menggerakkan ekonomi warga dari halaman rumah sendiri. Ini gambaran utuh TMMD: dimulai dengan sentuhan kemanusiaan, dilanjutkan dengan karya nyata untuk kemandirian dan kesejahteraan warga desa.
Semua ini membuat warga Desa Pepelah dan sekitarnya merasa optimis. Jalan baru membuka harapan, rumah layak huni membawa rasa aman, air bersih menghadirkan kesehatan, dan bibit ternak serta cabai menjadi awal usaha kecil yang bisa tumbuh. TMMD di Gayo Lues mengajarkan bahwa pembangunan yang paling indah adalah pembangunan yang lahir dari rasa peduli.
Kini, senyum yang tadi pagi terlihat di wajah para warakawuri perlahan menyebar ke seluruh penjuru desa. Semoga semangat gotong royong ini terus menyala, dan setiap langkah pembangunan selalu diiringi doa dan kebersamaan. Karena pada akhirnya, tentara dan rakyat adalah satu keluarga besar yang saling menjaga, saling membantu, dan saling menguatkan.