Di pelosok Kampung Sesor, Sorong Selatan, hiruk-pikuk pembangunan yang digagas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 telah meninggalkan jejak perubahan yang nyata. Sebelum acara penutupan resmi digelar, Komandan Korem 181/PVT bersama para pemimpin daerah setempat memilih untuk tidak sekadar duduk di tenda kehormatan. Mereka memilih turun langsung, menyusuri jalan kampung yang baru diperbaiki, dan melihat dengan mata kepala sendiri hasil jerih payah Satgas Kodim 1807 dan warga. Ini bukan sekadar kunjungan seremonial—ini adalah momen untuk memastikan bahwa setiap tetes keringat yang tercurah benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Blusukan yang Menghangatkan Hati
Dari ujung jalan yang dulu berlumpur hingga rumah-rumah yang kini berdiri kokoh setelah direhabilitasi, semua ditinjau dengan cermat. Danrem tidak hanya berjalan sendirian; beliau berhenti di setiap sudut, berbincang akrab dengan warga yang sedang sibuk merapikan pekarangan. “Apa yang telah dikerjakan melalui TMMD ini merupakan bentuk nyata sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat,” ujar Danrem dengan nada penuh semangat. Beliau berharap hasil pembangunan ini bisa dipelihara bersama agar manfaatnya terus dirasakan anak cucu. Di balik kata-kata itu, ada pesan yang dalam: pembangunan bukan milik segelintir orang, tapi milik kita semua.
Manfaat Pembangunan yang Langsung ke Warga
Kunjungan ini menjadi ajang untuk mendengar langsung cerita warga tentang perubahan yang mereka rasakan. Bagi warga Kampung Sesor, TMMD bukanlah proyek yang asing—mereka terlibat dari awal hingga akhir, mulai dari membawa bambu, mengaduk semen, hingga menyapu debu di setiap sudut bangunan. Berikut adalah beberapa manfaat yang sudah mereka rasakan:
- Akses Jalan yang Lebih Baik: Jalan kampung yang dulu becek dan berlubang kini mulus, memudahkan anak-anak pergi ke sekolah dan petani membawa hasil bumi ke pasar.
- Rumah Layak Huni: Beberapa rumah warga yang nyaris roboh telah direhabilitasi, memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga yang tinggal di dalamnya.
- Fasilitas Umum yang Lengkap: Dari tempat ibadah hingga pos kamling, semua dibangun kembali dengan semangat gotong royong yang kental.
Warga Kampung Sesor bukan lagi hanya penerima manfaat pasif. Mereka adalah mitra yang dilibatkan dalam setiap proses, mulai dari perencanaan hingga pemeliharaan. Kehadiran pimpinan di tengah kampung memberikan rasa dihargai dan diperhatikan. TMMD telah meninggalkan jejak bukan hanya pada fisik kampung, tetapi lebih pada semangat kebersamaan dan keyakinan bahwa pembangunan untuk desa adalah prioritas.
Di akhir kunjungan, Danrem dan rombongan berfoto bersama warga di bawah rindangnya pohon beringin di tengah kampung. Suara tawa dan obrolan hangat bergema, seolah menegaskan bahwa pembangunan yang benar adalah yang melibatkan hati. Semoga semangat gotong royong yang sudah tumbuh ini tidak pernah padam, dan Kampung Sesor terus menjadi bukti bahwa ketika TNI, pemerintah, dan warga bergandengan tangan, tidak ada yang mustahil.