Di Dusun Lembah Hijau, Desa binaan Koramil 11/Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pagi itu berbeda dari biasanya. Suara cangkul dan obrolan riuh warga bercampur dengan kicauan burung. Mereka bergotong royong, bukan untuk membangun jalan atau membersihkan selokan, melainkan untuk menanam pohon di lahan kritis yang mulai gundul. Kapten Inf. Adi Sumarto, Danramil 11/Bunta, memimpin langsung aksi ini. 'Kita tidak mau menunggu bencana datang dulu baru bergerak. Lebih baik mencegah sejak sekarang,' ujarnya sambil menggali lubang untuk bibit sengon.
Gotong Royong Hijaukan Lahan Kritis, Warga Antusias
Gerakan reboisasi ini bukan sekadar menanam pohon, tapi menjadi ajang silaturahmi dan edukasi bagi warga. Sebanyak 10.000 bibit pohon sengon dan durian disiapkan, ditanam di lahan seluas 5 hektar yang sebelumnya rawan longsor. Para pemuda dan kelompok tani bahu-membahu, bahkan para ibu-ibu tidak mau ketinggalan. Mereka menyediakan makanan ringan dan minuman untuk peserta. 'Ini bukan kerja berat, ini kerja bareng. Rasanya senang bisa ikut menghijaukan kampung sendiri,' kata Bu Tini, salah satu warga yang ikut menyumbang tenaga dan kudapan.
- Manfaat langsung: Mencegah longsor saat musim hujan tiba, melindungi pemukiman dan ladang warga.
- Manfaat jangka panjang: Pohon durian akan menghasilkan buah yang bisa dijual, menambah pendapatan keluarga.
- Edukasi konservasi: Warga belajar pentingnya menjaga lingkungan agar bencana tidak terjadi.
Mencegah Bencana, Membangun Harapan
Kapten Adi menjelaskan, program teritorial seperti ini adalah bagian dari tugas TNI yang tidak hanya siap saat bencana, tetapi juga aktif mencegahnya. 'Kami dekat dengan warga, tahu kondisi medan, dan tahu apa yang dibutuhkan. Dengan menanam pohon di lahan kritis, kita mengurangi risiko longsor dan banjir. Alhamdulillah, warga sangat antusias. Mereka sadar bahwa reboisasi ini untuk masa depan anak cucu,' tuturnya. Di Bunta dan sekitarnya, semangat gotong royong seperti ini mulai hidup kembali. TNI bersama rakyat, saling bahu-membahu, tanpa sekat.
Kegiatan penanaman ini juga menjadi pengingat bahwa bencana alam seperti longsor bisa dicegah jika kita peduli sejak dini. Lahan gundul yang dulu hanya menjadi pemandangan, kini perlahan berubah hijau. Setiap bibit sengon dan durian yang ditanam adalah harapan baru. Harapan agar musim hujan tidak lagi membawa ketakutan, melainkan menyirami tanaman yang tumbuh. Warga desa tersenyum, ada kebanggaan di wajah mereka. Di bawah naungan pohon-pohon yang kelak tumbuh besar, mereka akan bercerita pada cucu: 'Ini hasil kerja bersama, saat TNI dan kami bergandeng tangan menyelamatkan kampung.'