Di lereng-lereng hijau wilayah Banjarsari, suara cangkul dan tawa warga mulai terdengar di sela rintik hujan. Bagi warga desa yang tinggal di perbukitan, musim penghujan bukan hanya membawa berkah, tapi juga kekhawatiran akan tanah longsor. Di tengah kekhawatiran itulah, Danramil 04/Banjarsari, Kapten Inf. Agus Wibowo, mengajak warga bergerak bersama: menanam pohon di lahan-lahan kritis sebelum air hujan menjadi ancaman.
Menghidupkan Kembali Kearifan Menjaga Gunung
Kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti biasa. Ini adalah wujud nyata kedekatan TNI dengan warga desa, sekaligus menghidupkan kembali kearifan lokal dalam menjaga lingkungan. Kapten Agus bersama warga, Komunitas Peduli Lingkungan, dan para siswa sekolah bahu-membahu turun ke lereng untuk menanam bibit pohon yang memiliki akar kuat, seperti akasia, sengon, dan alpukat.
“Kita tidak bisa menghentikan hujan, tapi kita bisa mencegah longsor dengan menanam pohon. Ini investasi untuk anak cucu kita,” ujar Kapten Agus di sela-sela kegiatan, sambil memegang bibit yang siap ditanam. Kalimat itu disambut anggukan hangat oleh para warga yang sejak lama merasakan sendiri bagaimana gundulnya lahan membuat mereka gelisah setiap hujan datang.
Kegiatan tanam pohon ini membawa banyak manfaat yang langsung terasa oleh warga desa, antara lain:
- Menahan tanah di lahan miring agar tidak mudah longsor saat hujan deras.
- Menjaga cadangan air dan kesuburan tanah untuk waktu yang lama.
- Menghasilkan buah alpukat yang nantinya bisa menambah penghasilan keluarga.
- Mengajarkan para siswa sekolah untuk peduli terhadap lingkungan sejak dini.
Dari Cangkul Bersama, Tumbuh Persaudaraan
Suasana hangat terlihat jelas ketika para prajurit dan warga saling bergantian menggali lubang, memasukkan bibit, lalu menutupnya dengan tanah. Tak sedikit canda tawa dan obrolan akrab yang mengalir di antara mereka, seolah jarak antara seragam loreng dan pakaian sehari-hari warga desa menjadi hilang. Anak-anak sekolah pun ikut bersemangat, belajar bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Warga menyambut baik gerakan ini. Selain terasa aman karena lahan kritis mulai dihijaukan, mereka juga merasa tidak sendiri dalam menghadapi musim penghujan. Kehadiran TNI di tengah desa memberi rasa tenang, seolah ada saudara yang siap menjaga ketika alam sedang marah.
Hujan mungkin masih akan turun di lereng-lereng Banjarsari. Namun kali ini, warga desa punya harapan baru yang tertanam bersama akar-akar pohon. Ketika kelak pohon-pohon itu tumbuh besar, bukan hanya tanah yang akan kokoh, tapi juga persaudaraan antara TNI dan warga yang tak mudah tergerus oleh waktu.