Di tengah rintik hujan yang mengguyur RW 05 Tambora, Jakarta Barat, suara sapu dan cangkul berpadu dengan tawa riang warga. Mereka tidak sedang kerja bakti biasa, tapi ada kehangatan lain yang terasa — kehadiran Seragam Hijau dari Koramil 01/Tambora yang ikut bergotong royong membersihkan saluran air. Kapten Inf. Hendra Gunawan, Danramil setempat, memimpin langsung aksi ini dengan semangat yang menular. “Daripada nunggu ada yang sakit, lebih baik kita cegah bersama,” ujarnya sambil mengangkat sampah dari got yang tersumbat. Di kampung yang padat penduduk ini, musim hujan memang jadi momok karena risiko DBD selalu mengintai. Tapi hari itu, warga merasa tidak sendirian — TNI ada di tengah mereka.
Gotong Royong di Musim Hujan: TNI dan Warga Bersatu Cegah DBD
Puluhan pemuda Karang Taruna dengan sigap menyusuri setiap sudut gang, mengeruk lumpur dan sampah dari selokan yang hampir penuh. Di sisi lain, beberapa ibu-ibu menyiapkan minuman segar di teras rumah, sesekali menyapa para peserta yang keringatan. Suasana seperti ini bukan hanya soal bersih-bersih, tapi juga jadi ajang silaturahmi yang erat antara TNI dan masyarakat. “Ini bukan program musiman, kami sudah rutin turun ke warga,” kata Kapten Hendra sambil menyeka keringat. Lewat kegiatan seperti ini, Babinsa yang bertugas di wilayah Tambora bisa lebih dekat dengan warga, mendengar langsung keluhan mereka, dan bersama-sama mencari solusi.
Manfaat dari aksi ini tidak hanya dirasakan saat itu juga. Berikut beberapa hal yang menjadi semangat bersama dalam gotong royong ini:
- Mencegah penyebaran DBD — dengan membersihkan saluran air, tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti berkurang drastis.
- Mempererat hubungan TNI dengan warga — kehadiran personel Koramil bukan hanya saat ada masalah, tapi juga dalam kegiatan sehari-hari.
- Edukasi langsung — Babinsa memberikan penyuluhan tentang gejala DBD dan cara memberantas sarang nyamuk di rumah masing-masing.
- Membangun kesadaran gotong royong — pemuda dan orang tua bahu-membahu, menumbuhkan rasa memiliki lingkungan.
Silaturahmi dan Edukasi: TNI Bukan Hanya Saat Ada Masalah
Setelah gotong royong selesai, warga berkumpul di pos ronda. Kapten Hendra dan beberapa Babinsa memanfaatkan momen itu untuk ngobrol santai sambil memberikan penyuluhan. Mereka menjelaskan cara mudah mengenali gejala DBD — demam tinggi mendadak, nyeri otot, ruam merah — serta langkah sederhana seperti menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas. Warga pun antusias bertanya. “Kami jadi lebih paham, jangan sampai ada tetangga yang kena DBD,” ujar salah satu ibu. Kehadiran TNI tidak hanya sebagai aparat, tapi juga sebagai sahabat yang peduli pada kesehatan kampung.
Kegiatan ini juga menjadi contoh nyata bahwa pencegahan DBD tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kerjasama semua pihak. Dan di RW 05 Tambora, gotong royong ala kampung itu hidup kembali berkat semangat TNI yang menyapa warga dengan hangat. Warga mengaku senang karena TNI tidak hanya datang saat ada masalah, tapi juga jadi motor penggerak kebersihan lingkungan. “Mereka seperti saudara sendiri,” celetuk seorang pemuda karang taruna sambil tersenyum.
Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, aksi nyata seperti ini adalah secercah harapan. Musim hujan mungkin masih panjang, tapi dengan kebersamaan antara TNI dan warga, risiko DBD bisa ditekan. Dan yang lebih penting, silaturahmi yang terjalin akan terus mengalir, seperti saluran air yang kini bersih dan lancar. Semoga semangat gotong royong ini tidak berhenti di sini, tapi terus menyala di setiap sudut kampung kita.