Pagi itu, langit Desa Hargorejo masih diselimuti kabut tipis. Musim hujan sudah mulai menyapa, namun aliran Sungai Krasak yang dulu tenang kini berubah menjadi ancaman. Tumpukan sampah plastik, ranting kering, dan lumpur membuat warga waswas—banjir bisa saja datang kapan saja. Tapi kekhawatiran itu perlahan sirna. Di tepi sungai, riuh rendah suara tak biasa terdengar. Puluhan prajurit dari Kodim 0731/Kulon Progo turun langsung, dipimpin oleh Dandim, Letkol Inf. Heru Santoso. Mereka datang bukan sekadar patroli, melainkan bergabung dengan warga untuk bersih-bersih sungai dan cegah banjir. Suasana pagi yang tadinya sunyi berubah menjadi hangat oleh canda dan semangat gotong royong.
Menyusuri Sungai dengan Semangat Gotong Royong
Letkol Heru Santoso tak sungkan turun ke lumpur. Dengan cangkul di tangan, beliau ikut mengangkat tumpukan sampah yang menyumbat aliran. “Kami ingin mengurangi risiko banjir yang bisa merusak lahan pertanian dan pemukiman. Gotong royong seperti ini adalah tradisi yang harus kita jaga bersama,” ujarnya lantang, namun penuh kehangatan. Prajurit lainnya bergerak sigap menyusuri sungai, sementara ibu-ibu sibuk menyiapkan bubur kacang hijau hangat. Suasana berubah menjadi obrolan akrab antara tetangga yang lama tak bertemu. Bagi warga seperti Pak Karsono, seorang petani yang rumahnya persis di bantaran sungai, kehadiran Dandim Kulon Progo dan anak buahnya adalah berkah. “Biasanya kami sendiri, sekarang ada TNI, jadi lebih cepat. Kami jadi lebih percaya diri menghadapi musim hujan,” katanya dengan mata berbinar. Manfaat dari kegiatan ini langsung terasa:
- Aliran sungai kembali lancar — sampah dan lumpur yang sempat menumpuk kini terangkat, mengurangi risiko air meluap ke pemukiman dan sawah.
- Gotong royong jadi lebih semarak — kehadiran prajurit membuat semangat warga membara, pekerjaan berat terasa ringan karena dikerjakan bersama.
- Kedekatan TNI dan rakyat semakin erat — obrolan santai dan canda tawa mengisi sela-sela kerja bakti, mempererat tali silaturahmi yang sudah lama terjalin.
Doa Bersama di Tepi Sungai, Harapan untuk Musim Hujan
Setelah sungai benar-benar bersih, mereka tak langsung pulang. Di tepi Sungai Krasak yang kini mengalir deras tanpa hambatan, para prajurit dan warga berkumpul untuk berdoa bersama. Mereka memohon keselamatan dari bencana, agar musim hujan tahun ini membawa berkah, bukan petaka. Suasana hening penuh khidmat. Sinar matahari pagi menyinari wajah-wajah letih namun bahagia. Ibu-ibu yang tadi sibuk di dapur kini ikut duduk melingkar, sesekali mengusap air mata haru. “Ini bukan sekadar bersih-bersih sungai. Ini tentang hati yang saling menguatkan,” ujar Bu Sri, salah satu warga Hargorejo. Kegiatan ini membuktikan bahwa ketika Dandim Kulon Progo turun langsung ke desa, program kedekatan teritorial benar-benar terasa nyata. Momen hangat di Desa Hargorejo ini menjadi pengingat bahwa kita tidak sendiri.
Musim hujan mungkin membawa derasnya air, tapi gotong royong dan doa bersama membuat hati kita tetap kokoh. Semoga Sungai Krasak tetap mengalir jernih, dan banjir tak lagi menjadi ketakutan. Dari tepi sungai, warga Hargorejo belajar bahwa kebersamaan adalah tameng paling kuat menghadapi segala cobaan. Dan ketika TNI dan rakyat bergandengan tangan, tak ada yang tak mungkin. Selamat tinggal kekhawatiran, selamat datang musim hujan yang penuh berkah.