Cerita Kehangatan Trending

Cerita Hangat: Babinsa Ajari Anak-anak Desa Cikedung Membaca di Bawah Pohon Rindang

Cerita Hangat: Babinsa Ajari Anak-anak Desa Cikedung Membaca di Bawah Pohon Rindang

Program Sore Ceria yang diinisiasi oleh Serda Adi, Babinsa Desa Cikedung, mengajak anak-anak membaca di bawah pohon beringin setiap sore. Berawal dari keprihatinan akan kesulitan membaca anak-anak desa, program ini berhasil meningkatkan semangat belajar dan menguatkan kebersamaan warga. Dukungan orang tua melalui sumbangan buku bekas menjadi bukti nyata gotong royong dalam memajukan pendidikan anak desa.

Senja itu, di bawah rindangnya pohon beringin yang menjulang di lapangan Desa Cikedung, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tawa riang anak-anak bersahut-sahutan. Mereka duduk melingkar di atas alas tikar sederhana, menatap kagum seorang pria berseragam loreng yang tengah membacakan buku cerita bergambar. Pria itu adalah Serda Adi, Babinsa Desa Cikedung yang setiap sore menyempatkan diri hadir di tengah-tengah anak-anak untuk mengajak mereka membaca bersama. Suasana yang hangat dan penuh keakraban ini bukanlah pemandangan yang biasa-biasa saja, melainkan bagian dari program Sore Ceria yang lahir dari keprihatinan mendalam akan masa depan generasi muda desa.

Program Sore Ceria ini, terang Serda Adi, bermula dari kegelisahannya melihat banyak anak-anak desa yang kesulitan membaca. Minimnya akses buku dan kurangnya pendampingan belajar di rumah menjadi alasan utama. Padahal, pendidikan adalah kunci untuk menggapai cita-cita. "Mereka semangat sekali, saya hanya ingin mereka bisa membaca dengan baik agar cita-cita mereka tercapai," ujar Adi dengan senyum khasnya yang ramah. Bagi pria yang akrab disapa Pak Adi ini, menjadi Babinsa bukan sekadar menjalankan tugas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga merangkul warga, terutama anak-anak, melalui pendidikan.

Kedekatan Babinsa dan Tawa Cita-cita di Bawah Pohon Beringin

Selama tiga bulan terakhir, setiap sore menjelang maghrib, langkah kaki kecil anak-anak Desa Cikedung selalu tertuju ke lapangan desa. Mereka datang dengan membawa buku cerita dan alat tulis, duduk manis di bawah pohon beringin yang sudah menjadi saksi bisu semangat belajar mereka. Tidak hanya membaca, Serda Adi juga mengajak anak-anak bernyanyi dan bercerita tentang pengalaman sehari-hari, sehingga kegiatan ini terasa menyenangkan dan tidak membosankan. Suasana akrab yang tercipta membuat anak-anak tidak merasa sedang belajar, melainkan sedang bermain sambil mengasah kemampuan membaca mereka.

Kehadiran Serda Adi di tengah anak-anak Desa Cikedung membawa perubahan yang cukup signifikan. Anak-anak yang tadinya belum lancar membaca, kini mulai bisa mengenal huruf dan merangkai kata. Salah satunya adalah Siti, bocah berusia 8 tahun yang kini sudah pandai membaca kalimat pendek. Dengan mata berbinar, Siti bercerita tentang cita-citanya menjadi seorang guru. "Bangga, pak. Saya ingin jadi guru nanti," ucapnya malu-malu sambil menundukkan kepala. Mendengar itu, senyum bangga langsung menghiasi wajah Serda Adi. Baginya, melihat anak-anak desa bersemangat belajar adalah kebahagiaan yang tak ternilai harganya.

Sinergi Warga Menghidupkan Semangat Belajar Anak Desa Cikedung

Keberhasilan program Sore Ceria tidak lepas dari dukungan masyarakat sekitar. Para orang tua turut berpartisipasi dengan menyumbangkan buku-buku bekas yang masih layak baca. Dukungan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab seorang Babinsa, melainkan seluruh elemen masyarakat. Berikut beberapa hal yang menjadi manfaat nyata dari program Sore Ceria bagi anak-anak Desa Cikedung:

  • Meningkatkan kemampuan membaca anak-anak usia sekolah dasar yang sebelumnya kesulitan belajar di rumah.
  • Menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan di tengah alam terbuka.
  • Mengurangi kebiasaan anak-anak bermain gadget atau bermain di luar tanpa pengawasan yang jelas.
  • Mempererat tali silaturahmi antara Babinsa, anak-anak, dan orang tua warga desa.
  • Menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak untuk berani mengungkapkan pendapat dan bercita-cita.

Kegiatan sore yang hangat di bawah pohon beringin ini pun membawa berkah tersendiri. Anak-anak tidak hanya pandai membaca, tetapi juga memiliki karakter yang lebih disiplin dan bersemangat. Mereka belajar bahwa pendidikan adalah jembatan menuju masa depan yang lebih cerah. Serda Adi berharap, program Sore Ceria ini bisa terus berjalan dan bahkan menginspirasi desa-desa lain untuk melakukan hal serupa. Ia ingin anak-anak Desa Cikedung tidak hanya mengenal huruf, tetapi juga mampu menggenggam mimpi-mimpi mereka setinggi langit.

Di tengah keterbatasan, kehadiran seorang Babinsa yang peduli dan hangat seperti Serda Adi menjadi lentera yang menerangi jalan anak-anak Desa Cikedung menuju masa depan yang lebih baik. Semangat gotong royong yang tumbuh di antara warga, orang tua, dan para pendamping semakin menguatkan ikatan kebersamaan. Kita semua tentu berharap, semangat membaca dan bermimpi ini tidak pernah padam, dan menjadi bekal berharga bagi generasi penerus desa untuk meraih cita-citanya.

Pendidikan Babinsa Membaca
Terkait
  • Topik: Pendidikan, Babinsa, Membaca
  • Tokoh: Adi, Siti
  • Tempat: Desa Cikedung, Indramayu, Jawa Barat

Artikel terkait