Suasana sore di Rumah Tahanan Kelas IIB Brebes terasa berbeda. Bukan seperti biasanya yang sunyi dan dingin, hari itu riuh dengan canda dan tawa. Puluhan prajurit TNI dari Kodim 0712 dan warga binaan duduk bercampur, beralas tikar, menanti azan Maghrib. Ada kolak, kurma, dan takjil sederhana. Tapi yang paling terasa adalah kehangatan persaudaraan yang mengalahkan dinginnya jeruji. Seperti obrolan di teras kampung, mereka saling menyuapi dan berbagi cerita. Inilah bukti bahwa Ramadhan bisa meruntuhkan tembok pemisah.
Kehangatan di Balik Jeruji
Kapten CPM Edi, pemimpin kegiatan, menyampaikan bahwa acara buka bersama ini adalah bagian dari program pembinaan dan silaturahmi TNI dengan masyarakat, termasuk warga binaan. "Mereka adalah saudara kita. Kita ingin mereka tetap punya semangat untuk memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat," ujarnya. Para prajurit pun tak canggung duduk berdampingan, mengobrol tentang keluarga, kampung halaman, dan mimpi-mimpi setelah bebas. Suasana maghrib di rutan itu berubah seperti warung kopi desa — hangat, saling sapa, tanpa jarak. Berbagai kegiatan menyentuh hati mewarnai acara ini:
- Berbuka puasa bersama dengan menu sederhana: kolak, kurma, dan takjil yang disantap dengan gotong royong.
- Saling berbagi cerita antara prajurit dan warga binaan, seperti obrolan tentang asal kampung dan mimpinya setelah bebas.
- Pemberian paket sembako berisi beras, minyak, dan gula untuk membantu kebutuhan pokok warga binaan yang kurang mampu.
- Doa bersama setelah Maghrib, memohon kekuatan untuk terus memperbaiki diri.
Gotong Royong untuk Perubahan
Salah satu warga binaan, Andi (30), tak bisa menahan haru. Dengan suara bergetar ia berkata, "Biasanya hanya dikunjungi keluarga. Sekarang TNI peduli, saya jadi terharu. Ini memotivasi saya untuk jadi lebih baik." Isak tangisnya mengiringi. Bagi Andi dan teman-temannya, momen ini bukan sekadar acara, melainkan oase harapan di tengah kerasnya kehidupan di balik jeruji. Mereka merasa tidak dilupakan, bahwa masih ada tangan-tangan yang mau merangkul.
Acara ditutup dengan doa bersama yang khusyuk. Kapten CPM Edi kembali menekankan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah. "Kita semua saudara, jangan pernah berhenti berbuat baik," pesannya mengiringi senja yang mulai merambat.
Dari rutan di Brebes ini, kita belajar bahwa semangat gotong royong dan kedekatan teritorial tidak mengenal tempat. Buka bersama yang digelar TNI bersama warga binaan menjadi jembatan hati, mengingatkan kita bahwa kebaikan selalu menemukan jalannya. Semoga kegiatan seperti ini terus tercipta, mengalir hingga ke desa-desa dan kampung-kampung, sehingga tali silaturahmi tak pernah putus dan setiap jiwa merasa berharga.