Di lereng perbukitan Dlingo, Bantul, yang biasanya asri dengan sawah hijau dan ladang warga, kini berubah wajah. Dua pekan lalu, tanah longsor menerjang, menimbun rumah-rumah dan merobek hati banyak keluarga. Mbah Sumiati, seorang nenek berusia 70 tahun, berdiri di depan barak pengungsian sederhana. Matanya berkaca-kaca ketika sebungkus sembako—beras, minyak, dan mi instan—diserahkan oleh seorang prajurit TNI. “Saya pikir tidak ada yang ingat sama saya,” ucapnya lirih, suaranya hampir tenggelam oleh isak tangis haru. Di sekelilingnya, puluhan warga lain juga menerima bantuan dengan perasaan campur aduk: sedih karena kehilangan, tetapi juga terharu karena ada yang peduli.
Sapaan Hangat di Tengah Puing
Kodim 0729/Bantul langsung bergerak cepat begitu kabar longsor menyebar. Sebanyak 500 paket sembako didistribusikan ke titik-tik pengungsian di beberapa dusun. Setiap paket berisi kebutuhan pokok yang sangat diperlukan: beras, minyak goreng, gula, mi instan, dan susu untuk anak-anak. Bantuan ini diserahkan langsung oleh anggota TNI dari pintu ke pintu tenda, menyapa satu per satu warga yang masih dalam trauma. Letkol Inf. Deny Reza, Dandim Bantul, menjelaskan bahwa bantuan ini sifatnya darurat untuk memastikan perut warga tetap terisi. “Kami tidak hanya memberikan barang, tapi juga kehadiran yang menenangkan,” ujarnya di sela-sela pendistribusian.
Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Tangan yang Merangkul
Lebih dari sekadar sembako, TNI juga membuka posko kesehatan gratis di lokasi pengungsian. Tim medis dari kesehatan TNI memeriksa warga yang luka, batuk akibat debu, atau tekanan darah tinggi karena stres. Salah satu warga, Pak Karto, mengaku kakinya terluka saat membantu evakuasi dan kini dirawat di posko. “Alhamdulillah, ada bantuan medis. Saya nggak usah jauh-jauh ke puskesmas,” katanya bersyukur. Ke depan, TNI berencana mendukung pembangunan kembali rumah warga yang rusak melalui program bedah rumah. Rencana ini disambut antusias karena banyak rumah yang masih tertimbun material longsor dan tidak layak huni.
Beberapa manfaat yang langsung dirasakan warga dari program kedekatan teritorial TNI ini antara lain:
- Distribusi sembako tepat sasaran ke 500 keluarga terdampak bencana longsor di Bantul.
- Layanan pengobatan gratis yang menjangkau lansia, ibu hamil, dan anak-anak tanpa biaya.
- Rencana bantuan renovasi rumah sebagai bentuk kepedulian jangka panjang TNI terhadap warga desa.
- Kehadiran prajurit yang berbaur dan mendengarkan keluh kesah warga, bukan sekadar memberi barang lalu pergi.
Hari demi hari, tenda-tenda pengungsian mulai dipenuhi warna senyum kecil. Anak-anak bermain di sela-sela jemuran, para ibu mulai memasak dengan sembako yang mereka terima. Mbah Sumiati kini tidak lagi merasa sendirian. Setiap pagi, ia melihat seorang anggota TNI berjaga dan sering menyapanya, “Mbah, waras?” Sederhana, tapi obat luka yang paling manjur. Di tengah puing-puing dan tanah yang longsor, semangat gotong royong tumbuh kembali. Bantuan ini bukan sekadar kardus berisi beras dan mi instan—ini adalah tangan yang merangkul, mengingatkan kita semua bahwa di saat terberat sekalipun, kita tidak pernah benar-benar sendiri.