Malam itu, Desa Meunasah Dayah, Aceh Utara, tidak seperti biasanya. Dari sebuah musala kecil, terdengar lantunan ayat suci Al-Qur’an yang merdu. Sekelompok anak desa duduk rapi membentuk lingkaran, dipandu oleh seorang Babinsa yang penuh kesabaran. Sosok itu adalah Sertu Hendra Gunawan, yang sehari-hari bertugas di Koramil, namun setiap malam menyulap dirinya menjadi guru mengaji.
Mengaji Bersama Babinsa, Menebar Cahaya di Malam Hari
Bagi Sertu Hendra, mengajar mengaji bukan sekadar tugas, melainkan panggilan hati. “Anak-anak ini adalah generasi penerus bangsa. Saya merasa bangga bisa membantu mereka belajar mengaji,” ujarnya penuh semangat. Tak heran, kehadiran prajurit TNI ini disambut hangat oleh anak-anak dan orang tua. Mereka merasa lebih bersemangat belajar di malam hari. Anak-anak yang tadinya malas ke musala, kini berduyun-duyun datang setiap malam untuk belajar Al-Qur’an bersama sang Babinsa.
Dari TNI untuk Masyarakat: Bukti Nyata Kedekatan Teritorial
Ibu Nurhayati (35), salah seorang warga, tak bisa menyembunyikan rasa syukur. “Anak saya jadi lebih rajin ke musala. Sebelumnya sering malas, sekarang setiap malam minta diajak. Terima kasih Pak TNI sudah mau berbagi ilmu,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca. Kegiatan ini membawa dampak positif bagi warga desa, antara lain:
- Anak-anak lebih antusias belajar mengaji dan memahami Al-Qur’an
- Hubungan antara TNI dan masyarakat semakin erat dan hangat
- Orang tua merasa tenang karena anak-anak mereka mendapat bimbingan moral yang baik
- Suasana musala menjadi hidup kembali, menjadi pusat kegiatan positif di malam hari
Kegiatan ini bukan hanya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, tetapi juga membentuk generasi Qur’ani di pelosok desa. Sertu Hendra berharap kehadirannya bisa menjadi contoh bagi yang lain. “Saya hanya ingin berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk warga di sekitar tempat tugas saya,” pungkasnya. Semangat gotong royong inilah yang menjadi inti dari program teritorial TNI, di mana seorang Babinsa tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut mencerdaskan dan mendekatkan diri dengan warga.
Malam semakin larut, namun semangat belajar anak-anak desa tak padam. Di bawah sinar lampu temaram, mereka terus mengulang bacaan. Kehangatan kebersamaan ini adalah cermin gotong royong yang hidup di tengah desa. Semoga kegiatan mulia ini terus menginspirasi, dan menjadi pengingat bahwa kebaikan selalu punya tempat di hati prajurit TNI. Dari musala kecil ini, harapan baru bersemi—bahwa pendidikan agama bisa hadir kapan saja, di mana saja, selama ada kepedulian.