Di Desa Cibodas, Kabupaten Bogor, suara gemericik air di saluran irigasi kini kembali terdengar. Padahal, beberapa pekan lalu, saluran sepanjang dua kilometer itu rusak parah. Sawah-sawah petani mengering saat kemarau, dan kebanjiran saat hujan deras. Tanaman padi layu, harapan petani pun ikut merosot. Namun, semangat gotong royong yang tumbuh dari kebersamaan warga dan Babinsa setempat mengubah segalanya.
Air Itu Kehidupan, Sawah Itu Harapan
Saluran irigasi di Desa Cibodas adalah urat nadi pertanian warga. Tanpa air yang lancar, sawah tidak bisa digarap. Pak Joko, seorang petani tua yang sudah puluhan tahun mengolah sawahnya, mengaku sedih melihat saluran yang bocor dan tersumbat. “Setiap musim kemarau saya hanya bisa pasrah, lahan mengering. Pas hujan, air meluap kemana-mana, padi rusak,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca. Melihat kondisi itu, Babinsa setempat, Sertu Dedi, tidak tinggal diam. Dengan pendekatan yang hangat, ia mengajak warga bergotong royong memperbaiki saluran irigasi. “Ini desa saya juga, masa saya diam saja? Kalau warga semangat, saya lebih semangat lagi,” ujar Sertu Dedi sambil tersenyum.
Gotong Royong: Bukti Kedekatan TNI dan Rakyat
Setiap pagi, puluhan warga berkumpul di pinggir saluran, membawa cangkul, sekop, dan peralatan lainnya. Mereka dibagi dalam kelompok-kelompok kecil: ada yang menggali lumpur, mengangkut batu, hingga membuat cetakan beton. Sertu Dedi tak segan ikut turun ke lumpur, mengangkat batu, dan memotivasi warga. Suasana penuh tawa dan canda, namun kerja keras tetap berjalan. Dalam waktu seminggu, saluran irigasi yang semula rusak kini kembali berfungsi. Air mengalir lancar mengairi sawah-sawah yang tadinya kering kerontang. Manfaat gotong royong ini sangat terasa:
- Petani bisa kembali menanam padi tanpa khawatir kekeringan atau banjir
- Hasil panen diharapkan meningkat karena aliran irigasi yang stabil
- Kebersamaan antara TNI dan warga semakin erat, saling percaya dan peduli
- Semangat gotong royong dihidupkan kembali, menjadi contoh bagi desa-desa lain
Pak Joko bersyukur, “Sekarang saya bisa tanam padi lagi. Terima kasih Pak Babinsa yang sudah memimpin kami. Gotong royong ini membuat desa kami kembali hidup.” Kata-kata Pak Joko menggambarkan betapa besar arti kehadiran Babinsa di tengah warga. Bukan hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai saudara yang rela berkeringat dan berlumpur demi kesejahteraan desa. Kisah Babinsa dan warga di Desa Cibodas menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan antara TNI dan rakyat bisa mengatasi segala tantangan. Semoga semangat gotong royong ini terus menyala, dan air irigasi yang mengalir membawa berkah bagi seluruh warga desa.