Kabar Desa Kita Trending

Babinsa dan Warga Desa Wae Lengga Gotong Royong Bangun Jalan Usaha Tani

Babinsa dan Warga Desa Wae Lengga Gotong Royong Bangun Jalan Usaha Tani

Di Desa Wae Lengga, Manggarai Timur, Babinsa Serka Yanuarius bersama warga bergotong royong membuka jalan usaha tani sepanjang 2,3 kilometer. Kegiatan ini menjawab keluhan petani yang selama ini kesulitan mengangkut hasil coklat dan kemiri dari kebun. Semangat kebersamaan yang hangat antara TNI dan warga menjadi bukti bahwa gotong royong masih hidup di pelosok desa.

Pagi itu, saat kabut tipis masih menyelimuti lereng-lereng bukit di Desa Wae Lengga, Kecamatan Biting, Manggarai Timur, suara cangkul dan linggis sudah beradu dengan batu dan tanah. Tawa dan obrolan ringan terdengar dari sekelompok warga yang berkumpul di tepi jalan setapak. Mereka bukan sekadar kumpul biasa — hari itu, Senin (14/10), adalah awal dari gotong royong membuka jalan usaha tani sepanjang 2,3 kilometer. Serka Yanuarius, Babinsa dari Koramil 1612-02/Borong, memimpin langsung kegiatan ini. Dengan pakaian lapangan dan senyum khasnya, ia tak segan ikut mengayunkan linggis bersama dua belas warga yang antusias.

Dari Keluhan Petani, Lahir Semangat Kebersamaan

Cerita ini bermula dari keresahan para petani di Wae Lengga. Setiap kali musim panen tiba, mereka harus memikul hasil bumi — coklat dan kemiri — turun gunung dengan jalan setapak yang terjal. ”Kadang sampai lutut terasa sakit karena harus bolak-balik dua kali sehari,” ujar Pak Herman, salah satu petani setempat. Keluhan itulah yang membuat Serka Yanuarius tergerak. Ia tak hanya mendengar, tapi langsung berkoordinasi dengan kepala desa dan mengajak warga bergotong royong. ”Ini bukan proyek instan, tapi kami lakukan sedikit demi sedikit. Yang penting akses mulai terbuka,” ucap Serka Yanuarius sambil menyeka keringat.

Di bawah pohon rindang, para ibu menyiapkan air minum dan kue tradisional buatan sendiri. Suasana kekeluargaan terasa kental. Tak ada pembagian tugas yang kaku — semua bergantian menggali, memotong ranting, dan meratakan jalan. Semangat gotong royong ini mengingatkan pada tradisi lama yang mulai luntur, kini kembali hidup di tengah kesibukan global.

Jalan Usaha Tani: Pintu Menuju Hidup Lebih Baik

Jalan usaha tani yang dibangun ini punya manfaat yang langsung dirasakan warga. Berikut beberapa dampak positif yang diharapkan:

  • Memudahkan pengangkutan hasil panen — dari yang sebelumnya dipikul, kini bisa menggunakan gerobak atau motor trail.
  • Menghemat waktu dan tenaga — waktu tempuh ke kebun yang biasanya 45 menit bisa dipangkas menjadi 15 menit.
  • Meningkatkan nilai jual produk — karena hasil bumi bisa lebih cepat sampai ke pasar, kualitas tetap segar.
  • Mendorong semangat bertani — dengan akses yang lebih baik, warga termotivasi untuk mengembangkan lahan garapan.

Kepala Desa Wae Lengga, Bapak Dominikus, menuturkan rasa syukurnya. ”Kami sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa. Beliau tidak hanya memberi arahan dari jauh, tapi ikut berkeringat bersama kami. Ini contoh nyata TNI sebagai sahabat rakyat,” tuturnya penuh haru. Ia berharap jalan ini bisa selesai sebelum musim hujan tiba, agar tak ada lagi petani yang harus memikul beban di tengah lumpur dan hujan deras.

Kini, langkah pertama sudah diambil. Seutas jalan berwarna coklat tanah perlahan terbentang di antara rimbunnya kebun coklat dan kemiri. Warga bergantian menyebutkan nama-nama yang akan diabadikan di gapura kecil di ujung jalan nanti — sebagai tanda bahwa gotong royong adalah warisan yang tak pernah mati.

Di sore hari, saat matahari mulai condong ke barat, Serka Yanuarius duduk di pinggir jalan seraya mengangguk puas. ”Ini baru permulaan. Tapi saya percaya, kalau kita bersama, apa pun bisa dilakukan,” katanya. Warga pun tersenyum, saling berpandangan. Di Wae Lengga, Jalan Usaha Tani bukan sekadar aspal dan batu — ia adalah jembatan harapan yang dibangun oleh tangan dan hati yang saling bersentuhan.

gotong royong bangun jalan usaha tani
Terkait
  • Topik: gotong royong, bangun jalan usaha tani
  • Tokoh: Serka Yanuarius
  • Organisasi: Babinsa, TNI
  • Tempat: Desa Wae Lengga, Manggarai Timur

Artikel terkait