Kabar Desa Kita Trending

Babinsa dan Warga Bersihkan Sungai di Desa Bayan, Cegah Banjir Musim Hujan

Babinsa dan Warga Bersihkan Sungai di Desa Bayan, Cegah Banjir Musim Hujan

Di Desa Bayan, Lombok Utara, Babinsa Serda Hasan bersama warga bergotong royong melakukan bersih sungai untuk cegah banjir menjelang musim hujan. Mereka membersihkan sampah dan membangun tanggul dari karung pasir, memberikan rasa aman bagi warga tepi sungai. Kisah ini menunjukkan bahwa kedekatan teritorial dan semangat gotong royong mampu mengubah kekhawatiran menjadi kebersamaan yang hangat.

Langit sore di Desa Bayan, Lombok Utara, perlahan berubah kelam. Awan-awan tebal berarak seakan membawa pesan akan tibanya musim hujan. Di pelataran rumah warga, obrolan mulai berganti dengan kekhawatiran. Sungai yang selama ini mengairi sawah dan menjadi sumber penghidupan, kini berubah menjadi sumber cemas. Airnya dangkal, dipenuhi sampah plastik, batang kayu, dan bambu yang berserakan. Setiap kali hujan turun deras, ibu-ibu yang rumahnya berada di tepi sungai tidak bisa memejamkan mata. Takut air meluap dan membawa petaka. Namun, di tengah kegelisahan itulah, kehangatan gotong royong muncul sebagai cahaya penolong. Warga dan Babinsa pun bergerak bersama melakukan bersih sungai di Desa Bayan untuk cegah banjir saat musim hujan tiba.

Bersih Sungai Bersama Babinsa, Wujud Kedekatan yang Menyatukan

Serda Hasan, Babinsa Desa Bayan, bukanlah nama asing di telinga warga. Setiap pagi, ia biasa menyapa dengan senyuman hangat saat melintas di jalanan desa. Ketika mendengar kekhawatiran warga tentang sungai yang dangkal dan kotor, ia tak tinggal diam. Dengan suara lantang namun tetap ramah, ia mengajak seluruh warga untuk turun bersama melakukan kegiatan bersih sungai. Hari itu, puluhan warga datang membawa cangkul, sekop, dan karung bekas. Tanpa alat berat, tanpa seragam lengkap, mereka menceburkan diri ke dalam sungai. Suara gemericik air dan tawa canda bercampur dengan derap langkah penuh semangat. Batang kayu diangkat, bambu-bambu panjang ditarik, dan sampah plastik yang menyangkut di sela-sela bebatuan dipungut satu per satu. Sepanjang dua kilometer, mereka bahu-membahu mengembalikan aliran sungai agar kembali lancar. Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih. Lebih dari itu, warga bersama Babinsa kemudian membangun tanggul sementara dari karung pasir untuk memperkuat pinggiran sungai. Karung-karung itu ditumpuk rapi, disusun dengan penuh kehati-hatian agar menjadi tameng saat debit air naik. Semua dilakukan dengan peralatan sederhana, namun di dalamnya tersimpan tekad besar.

Manfaat yang Terasa Langsung di Kehidupan Warga Desa Bayan

Bersih sungai yang digerakkan oleh Babinsa dan warga Desa Bayan ini memberikan dampak yang tidak main-main. Bukan hanya untuk saat ini, tapi juga untuk kesiapan menghadapi musim hujan yang telah di depan mata. Ibu Nina, seorang warga yang rumahnya persis di tepi sungai, tak henti mengucap syukur. Dengan mata berkaca-kaca, ia bercerita, "Dulu setiap hujan deras saya tidak bisa tidur. Sekarang sudah aman karena Bapak Babinsa dan warga bekerja keras. Sungai sudah bersih dan tanggulnya pun kuat. Saya merasa seperti punya keluarga besar yang selalu menjaga." Beberapa hal baik yang kini dirasakan oleh warga desa antara lain:

  • Aliran air sungai menjadi lebih deras dan tidak mudah meluap, sehingga risiko banjir berkurang secara signifikan dan cegah banjir pun terasa nyata.
  • Lingkungan sekitar sungai menjadi lebih sehat dan bersih karena sampah plastik tidak lagi menumpuk.
  • Tanggul sementara dari karung pasir memberikan rasa aman bagi rumah-rumah yang berada di tepi sungai.
  • Munculnya rasa kebersamaan antarwarga yang semakin erat, menjadikan desa lebih tangguh menghadapi segala tantangan.

Kisah gotong royong ini mengingatkan kita bahwa di balik keprihatinan, selalu ada kekuatan yang lahir dari kedekatan. Babinsa bukan hanya penjaga keamanan, tapi juga sahabat yang rela menceburkan diri ke sungai demi warganya. Warga pun saling bahu-membahu, tanpa pamrih, demi keselamatan bersama. Desa Bayan kini lebih siap menyambut hujan, dan senyum para ibu di tepi sungai kembali merekah. Semoga semangat seperti ini terus menyala, tidak hanya di Lombok Utara, tapi di seluruh pelosok negeri. Karena ketika kita bersama, tak ada sungai yang terlalu kotor, tak ada banjir yang terlalu menakutkan.

Pembersihan sungai pencegahan banjir gotong royong
Terkait
  • Topik: Pembersihan sungai, pencegahan banjir, gotong royong
  • Tokoh: Serda Hasan, Ibu Nina
  • Organisasi: Babinsa
  • Tempat: Desa Bayan, Lombok Utara

Artikel terkait