Kabar Desa Kita Trending

Babinsa dan Anak-Anak Desa Bersihkan Sungai, Hasilkan Pupuk Organik

Babinsa dan Anak-Anak Desa Bersihkan Sungai, Hasilkan Pupuk Organik

Di Desa Sukamaju, Babinsa Serda Eko bersama anak-anak sekolah dasar rutin membersihkan sungai setiap Minggu pagi. Mereka mengolah sampah organik menjadi pupuk organik yang dibagikan gratis ke petani. Kegiatan gotong royong ini menghidupkan kembali sungai, menumbuhkan cinta lingkungan, dan mempererat kebersamaan warga desa.

Matahari belum tinggi di Desa Sukamaju, Kecamatan Cibalong, Tasikmalaya, Jawa Barat, saat suara riang anak-anak mulai terdengar di tepi sungai. Mereka berkumpul bersama Babinsa Serda Eko, membawa karung dan alat kebersihan. Hari Minggu pagi yang biasanya sepi berubah menjadi semarak dengan semangat gotong royong. Sungai yang dulu dipenuhi sampah plastik dan dedaunan busuk, kini perlahan mulai bernapas lega. Bagi warga desa, pemandangan ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, melainkan sebuah perjalanan panjang menanamkan cinta lingkungan pada generasi muda.

Kisah Babinsa dan Anak-Anak Menghidupkan Sungai

Serda Eko, dengan sabar mengajak puluhan anak sekolah dasar untuk memunguti sampah di sepanjang aliran sungai. "Kami ingin menanamkan cinta lingkungan sejak dini," ujarnya sambil tersenyum. Setiap pagi minggu, mereka tak hanya membersihkan, tetapi juga belajar memilah sampah. Sampah organik seperti daun kering dan sisa sayuran dikumpulkan terpisah. Tak berhenti di situ, Serda Eko dan anak-anak kemudian mengolahnya menjadi pupuk kompos. "Seru, jadi tahu kalau sampah bisa bermanfaat," celetuk Rina, siswi kelas 5, matanya berbinar bahagia. Hasil pupuk itu langsung dibagikan secara gratis kepada petani di desa, membuat para petani terbantu dan semakin giat bercocok tanam.

Kegiatan rutin ini membawa perubahan yang terasa: kualitas air sungai mulai membaik, dan ikan-ikan kecil kembali muncul ke permukaan. "Ini adalah investasi untuk masa depan desa," tambah Kepala Desa Sukamaju dengan bangga. Anak-anak yang tadinya hanya bermain di pinggir sungai kini menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan. Babinsa Serda Eko berharap, semangat gotong royong ini bisa direplikasi di desa-desa lain. Berikut manfaat yang sudah dirasakan warga:

  • Sungai menjadi bersih dari sampah, mengurangi risiko banjir dan penyakit.
  • Pupuk organik gratis membantu petani meningkatkan hasil kebun tanpa biaya mahal.
  • Anak-anak belajar langsung tentang daur ulang dan pentingnya menjaga alam.
  • Muncul kembali ikan-ikan kecil, menandakan ekosistem sungai pulih.
  • Tercipta ikatan erat antara Babinsa, anak-anak, dan warga desa dalam semangat gotong royong.

Gotong Royong Menanam Harapan

Tidak hanya membersihkan, program ini juga mengajak warga untuk tidak membuang sampah ke sungai. Sejak kegiatan itu berjalan, perubahan pun terlihat. Warga mulai membuat lubang biopori di pekarangan, dan anak-anak menjadi agen perubahan yang menyebarkan ilmu ke keluarga masing-masing. Serda Eko teguh pada keyakinannya: "Kalau anak-anak peduli, orang dewasa pasti akan ikut." Pupuk organik yang dihasilkan pun tak hanya dipakai sendiri, tapi juga menjadi simbol bahwa sampah bisa menjadi berkah. Setiap karung kompos yang dibagikan adalah bukti bahwa kebersamaan mampu mengubah sesuatu yang kotor menjadi berguna.

Kini, di setiap sudut Desa Sukamaju, cerita tentang babinsa, sungai bersih, dan pupuk organik menjadi obrolan hangat. Anak-anak tak lagi rajin jajan di pinggir jalan, mereka lebih suka ikut memilah sampah dan membuat kompos. Desa ini menjadi contoh bahwa gotong royong bukan sekadar tradisi, melainkan kunci masa depan yang lestari. Dengan senyum lebar, Serda Eko dan anak-anak terus melangkah, membawa harapan baru di setiap langkah. Dan ketika mentari pagi menyinari sungai yang jernih, semua tersadar: inilah cara sederhana namun penuh makna untuk merawat bumi.

pembersihan sungai pupuk organik lingkungan desa
Terkait
  • Topik: pembersihan sungai, pupuk organik, lingkungan, desa
  • Tokoh: Serda Eko, Rina
  • Tempat: Sukamaju, Cibalong, Tasikmalaya, Jawa Barat

Artikel terkait