Tanya Warga Trending

Aspirasi Warga Pelosok Mamuju: "Kami Butuh Bantuan Alat Tani, Bukan Sembako Selamanya"

Aspirasi Warga Pelosok Mamuju: "Kami Butuh Bantuan Alat Tani, Bukan Sembako Selamanya"
Dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Desa Batupanga, Mamuju, Sulawesi Barat, suara Pak Darwis, petani berusia 50 tahun, menohok para perwakilan pemerintah. "Maaf, Bapak-bapak. Bantuan sembako itu kami syukuri, tapi itu habis dalam seminggu. Yang kami butuhkan sebenarnya adalah cangkul yang kuat, pompa air, atau traktor kecil yang bisa kami pinjam bergiliran. Dengan itu, kami bisa mengolah tanah lebih luas dan hasilnya untuk makan setahun," ujarnya lugas di hadapan forum. Aspirasi ini mewakili suara hati banyak petani di pelosok yang ingin bangkit, bukan sekadar bertahan hidup dari bantuan sesaat. Kepala Desa Batupanga, Andi Muhammad, menganggukkan kepala mendengar keluhan warganya. "Ini yang sering luput. Program bantuan sering terjebak pada yang instan dan terlihat. Padahal, membangun kemandirian butuh dukungan alat dan pelatihan yang berkelanjutan," katanya. Forum pun menjadi hidup dengan diskusi bagaimana mengalokasikan anggaran desa untuk membeli alat pertanian yang bisa digunakan secara bergilir oleh kelompok tani. Aspirasi jernih dari akar rumput ini adalah pelajaran berharga. Warga desa sebenarnya tahu persis apa yang mereka butuhkan untuk maju. Mereka tidak ingin selamanya menjadi objek bantuan, tetapi ingin menjadi subjek pembangunan yang mandiri. Mendengarkan dan menindaklanjuti aspirasi seperti ini adalah kunci membangun desa yang berdaulat dan sejahtera.
aspirasi warga bantuan alat pertanian Musrenbang kemandirian petani
Terkait
  • Topik: aspirasi warga, bantuan alat pertanian, Musrenbang, kemandirian petani
  • Tokoh: Pak Darwis, Andi Muhammad
  • Organisasi: Pemerintah, Kelompok tani
  • Tempat: Desa Batupanga, Mamuju, Sulawesi Barat

Artikel terkait