Di Desa Sumberejo, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, hiruk-pikuk kehidupan berjalan pelan. Jalan setapak masih menjadi urat nadi pergerakan warga. Namun, yang paling terasa adalah sunyinya dunia maya di sini. Sinyal internet benar-benar nihil, telepon seluler pun hanya bisa digunakan di titik-titik tertentu dengan izin alam. Di tengah keterbatasan itu, ada satu sosok yang menjadi penghubung antara desa dengan dunia luar: Serma Hartono, Babinsa setempat. Beliau bukan hanya penjaga keamanan, tetapi juga kurir berita yang selalu setia membawa selebaran, informasi bantuan, hingga kabar dari kecamatan ke setiap rumah warga.
Babinsa: Kurir Berita di Tengah Keterbatasan
Pak Misdi, tokoh masyarakat Desa Sumberejo, tak bisa menyembunyikan rasa harunya saat menceritakan peran Pak Serma. "Setiap ada program bantuan langsung tunai atau berita penting dari pemerintah, beliau yang datang dari rumah ke rumah. Kadang naik motor, kadang jalan kaki kalau jalannya rusak. Kami sangat bergantung padanya," ujarnya dengan nada penuh hormat. Ibu Rahmi, seorang ibu rumah tangga yang anaknya masih sekolah, juga merasakan hal yang sama. Ia mengaku sering kesulitan mendapatkan informasi tentang jadwal belajar online atau pengumuman beasiswa. "Pernah anak saya ketinggalan ujian karena tidak tahu jadwalnya berubah. Baru diberi tahu Pak Serma seminggu kemudian. Sedih rasanya," keluhnya. Aspirasi warga terus mengalir: mereka ingin pembangunan tower telekomunikasi segera direalisasikan agar desa tertinggal ini tidak terus-terusan terisolasi dari dunia digital.
Harapan Anak Muda dan Gotong Royong Warga
Bukan hanya soal belajar online, warga juga berharap internet bisa membuka akses mereka terhadap layanan kesehatan jarak jauh, informasi pasar hasil tani, dan berbagai program pemberdayaan desa. Beberapa pemuda setempat bahkan sudah mulai merintis usaha kecil-kecilan, namun terhambat karena tidak bisa memasarkan produknya secara daring. Berikut adalah aspirasi warga yang terkumpul dan akan disampaikan oleh Babinsa ke forum musyawarah perencanaan pembangunan desa:
- Pembangunan tower telekomunikasi di titik strategis desa.
- Penyediaan akses internet gratis di balai desa untuk anak-anak belajar.
- Pelatihan digital bagi warga agar bisa memanfaatkan teknologi untuk usaha.
- Dukungan pemerintah untuk layanan informasi bantuan sosial secara real-time.
Serma Hartono berjanji tidak akan tinggal diam. "Saya akan sampaikan semua keluhan dan harapan ini ke forum musyawarah perencanaan pembangunan desa. Kita harus bersama-sama mencari jalan keluar. Jangan sampai warga desa tertinggal terus menerus," tegasnya dengan semangat gotong royong yang kental.
Di ujung jalan setapak yang mulai diterangi lampu minyak tanah, para ibu dan bapak duduk bercengkerama. Mereka tidak hanya menunggu sinyal, tetapi juga menanti kepedulian. Harapan mereka sederhana: agar anak-anak bisa meraih mimpi tanpa harus meninggalkan kampung halaman. Dengan kegigihan Babinsa dan semangat warga yang tak pernah padam, Desa Sumberejo yakin bahwa keterbatasan bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah kebersamaan untuk bangkit. Internet mungkin belum menyapa, tapi gotong royong sudah menjadi kekuatan yang tak tergantikan.